Peradaban adalah konsep yang luas dan kompleks yang mengacu pada perkembangan sosial, budaya, ekonomi, politik, serta teknologi dalam suatu masyarakat. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan tingkat kemajuan suatu kelompok manusia dalam berbagai aspek kehidupan. Menurut para ahli, peradaban memiliki pengertian yang bervariasi, tergantung pada sudut pandang dan disiplin ilmu yang digunakan. Berikut adalah beberapa pandangan mengenai pengertian peradaban menurut para ahli:
-
Parker (1950)
Parker mendefinisikan peradaban sebagai tahap perkembangan yang lebih tinggi dalam kehidupan sosial manusia. Menurutnya, peradaban melibatkan pencapaian dalam bidang seni, ilmu pengetahuan, agama, dan pemerintahan yang membedakan manusia dari makhluk hidup lainnya. Sebuah peradaban, dalam pandangannya, adalah hasil dari proses panjang pembelajaran dan penyesuaian yang dilakukan oleh masyarakat manusia. -
Edward B. Tylor (1871)
Edward B. Tylor, seorang antropolog terkenal, memberikan definisi peradaban sebagai sebuah sistem kebudayaan yang berkembang dan semakin kompleks. Dalam karyanya Primitive Culture, Tylor menyatakan bahwa peradaban dapat dipahami sebagai akumulasi pengetahuan, tradisi, dan teknologi yang terus berkembang seiring waktu. Menurutnya, peradaban selalu melibatkan pembaruan dan perubahan yang terjadi dalam masyarakat. -
Arnold Toynbee (1934)
Arnold Toynbee adalah sejarawan Inggris yang terkenal dengan teori siklus peradaban. Dalam bukunya A Study of History, Toynbee menyebutkan bahwa peradaban adalah respon suatu masyarakat terhadap tantangan yang dihadapi. Masyarakat yang mampu menanggapi tantangan tersebut dengan cara yang kreatif akan membangun peradaban yang maju. Namun, jika masyarakat gagal merespons tantangan tersebut, maka peradaban tersebut akan mengalami kemunduran. -
Lewis Henry Morgan (1877)
Lewis Henry Morgan, seorang antropolog Amerika, mengemukakan bahwa peradaban adalah puncak dari evolusi sosial yang dimulai dari kehidupan primitif. Menurutnya, peradaban muncul setelah masyarakat melewati tahapan barbarisme dan kekacauan. Dalam pandangannya, peradaban adalah fase terakhir dalam perkembangan budaya manusia yang ditandai dengan pencapaian dalam hukum, organisasi sosial, dan teknologi. -
C.S. Lewis (1945)
C.S. Lewis, seorang penulis dan teolog, melihat peradaban dalam konteks moral dan spiritual. Menurutnya, peradaban tidak hanya dilihat dari segi kemajuan material dan teknologi, tetapi juga dari perkembangan nilai-nilai moral dan spiritual yang membimbing tindakan manusia. Dalam pandangannya, sebuah peradaban akan lebih maju jika didasarkan pada kebijaksanaan dan kebajikan. -
Karl Marx (1844)
Karl Marx memiliki pandangan yang lebih materialistis tentang peradaban. Menurut Marx, peradaban adalah hasil dari perkembangan produksi dan hubungan ekonomi dalam masyarakat. Dalam karyanya Das Kapital, Marx menjelaskan bahwa peradaban dibangun berdasarkan struktur kelas sosial dan pola produksi yang ada. Bagi Marx, perubahan dalam struktur ekonomi dan kelas sosial akan membawa perubahan besar dalam bentuk peradaban. -
Selo Soemardjan (1964)
Selo Soemardjan, seorang sosiolog Indonesia, mendefinisikan peradaban sebagai keseluruhan hasil ciptaan manusia yang tercermin dalam berbagai bidang kehidupan. Menurut Soemardjan, peradaban mencakup sistem nilai, ideologi, kebudayaan, serta lembaga-lembaga sosial yang ada dalam suatu masyarakat. Bagi Soemardjan, peradaban tidak hanya dilihat dari aspek materi, tetapi juga dari cara manusia berinteraksi dengan lingkungan dan sesama.
Secara umum, dapat disimpulkan bahwa peradaban adalah suatu bentuk perkembangan atau kemajuan yang dicapai oleh manusia dalam berbagai aspek kehidupan. Setiap ahli memiliki pendekatan yang berbeda, namun semuanya sepakat bahwa peradaban melibatkan perubahan dan perkembangan dalam kebudayaan, teknologi, dan struktur sosial. Dari pandangan-pandangan tersebut, kita dapat memahami bahwa peradaban tidak hanya sekadar pencapaian material, tetapi juga mencakup nilai-nilai budaya, moral, dan sosial yang menjadi fondasi bagi kemajuan suatu masyarakat.